Selasa, 29 Desember 2009

kiamat 2012

2012


Pertengahan bulan November kemarin bioskop-bioskop di Jadebotabek disesaki oleh puluhan orang. Bioskop-bioskop pun sampai mengeset dua atau lebih studionya hanya untuk satu film. Film apa itu, sampai-sampai semua orang rela antri berdesak-desakan?
Ternyata oh ternyata mereka semua datang ke sana untuk menonton film
2012. Gubrak! Kirain apa! Katanya sih filmnya seru. Menceritakan dasyatnya hari kiamat di tahun 2012. katanya lagi, beribu-ribu tahun yang lalu, suku Maya pernah meramalkan tahun 2012 semua planet di alam semesta akan berada pada satu posisi sejajar satu sama lain. Hal ini akan mengakibatkan terganggunya harmonisasi alam semesta. Tak hanya itu, sistem kalender mereka pun habis pada tanggal 21 Desember 2012.
Untuk membuktikan ucapan mereka, gue memutuskan untuk menonton film itu. Awalnya jalan cerita terasa lambat. Inti cerita dan tokoh utamanya kurang jelas. Ada banyak tokoh yang dijelaskan di film itu. Dari mulai seorang peneliti muda keturunan negro. Lalu ada president Amerika yang berkulit hitam. Juga ada seorang komando penyelamat umat manusia. Banyak istilah-itilah ilmiah dan strategi-strategi penyelamatan Bumi yang sulit dipahami. Gue mulai merasa nguantuk dan mencoba menghilangkan rasa kantuk dengan cemilan.




Baru menjelang pertengahan film, cerita mulai terasa tegang. Penonton mulai mengerti jalan cerita. Para peneliti itu berusaha menyelamatkan masyarakat Bumi dari kehancuran yang terjadi.
Pada saatnya Dunia berakhir para peneliti meramalkan akan ada bencana dasyat yang akan menimpa Bumi. Hal ini memaksa para peneliti untuk membuat misi penyelamatan dunia. Mereka membangun kapal-kapal besar untuk menampung manusia-manusia pilihan dan mahluk hidup lain. Kapal-kapal itu diletakkan di dataran China.
Ketika saatnya dunia berakhir, semua yang diramalkan oleh para peneliti terbukti Gunung-gunung berapi mulai aktif memuntahkan larva panasnya. Bumi bertambah panas. Kekeringan dan kelaparan terjadi di mana-mana. Masyarakat dunia banyak yang mati kelaparan dan mereka berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang lebih baik. Es di kedua kutub mencari. Gelombang besar air akan menyapu seluruh kota di Dunia tanpa ampun. Kutub Magnet Bumi berubah dan bertukar posisi.
. Maka dimulailah misi penyelamatan Bumi. Mereka memindahkan orang-orang terpilih ke dalam kapal. Semua hewan dan tumbuh-tumbuhan pun tak luput mereka bawa.
Di saat getting inilah, ketegangan penonton memuncak. Konflik mulai terlihat dan semakin tajam. Keegoisan manusia dan hati nurani mulai menjadi dilemma. Orang-orang berebut masuk ke dalam kapal. Kapal nomor empat rusak menyebabkan kapal lainnya tidak berfungsi dengan baik. Si pemimpin misi penyelamatan dunia mulai terlihat egois. Ia membiarkan rakyat kecil musnah dengan alasan demi menyelamatkan nyawa para orang-orang terpilih.
Ketika saat situasi semakin memanas, asisten misi penyelamatan datang mencairkan suasana dan berhasil mengatasi masalah itu. Pada akhirnya semua orang yang berada dalam kapal selamat. dan setahun kemudian, mereka mendarat di tanjung harapan.
Menurut gue, dari segi jalan cerita, 2012 kurang greget. Terlalu banyak tokoh yang ditampilkan. Tokoh utamanya tidak jelas. Konflik antar pribadinya juga tidak ada. Inti cerita hanya terpusat pada bencana-bencana besar seperti Gunung meletus. Tsunami dan Air Bah yang sudah biasa dipaparkan di film-film lain. Malah film ini tidak menjelaskan secara detail isi dan latar belakang ramalan kiamat bangsa Maya.
Untungnya kebosanan penonton diselamatkan dengan efek-efek super keren di dalam film.. Mereka dapat menggambarkan dasyatnya letusan gunung merapi, tsunami dan air bah yang memporak-porandakan kehidupan manusia. Two thumbs up buat kru Visualisationnya.
So far, film ini layak ditonton, sebanding dengan kesabaran penonton untuk mengantri. Penonton tidak perlu mengerutkan dahi untuk berpikir. Cukup duduk diam dan menyaksikan tampilan-tampilan visual efek yang keren.

Tidak ada komentar: