Sabtu, 19 Maret 2016

Melihat Awan di Atas Danau Kaolin Belitung


Lubang Kaolin warna warni dari kaca pesawat
Hamparan lubang terisi air berwarna warni tampak dari kaca pesawat saat aku tiba di Pulau Belitung provinsi Bangka Belitung. Akupun langsung bertanya, lubang apakah itu? Mengapa bisa berwarna warni? Tiba di bandara HAS Hanandjoeddin, pertanyaanku langsung terjawab. Lubang-lubang itu adalah danau buatan bekas galian tambang. Ya, Pulau Belitung ternyata tak hanya indah akan pantainya. Danau buatan bekas galian tambang yang tersebar di Belitung, kini mulai disulap menjadi daerah destinasi wisata yang sangat indah. Salah satu Danau buatan yang mulai dilirik jadi tujuan wisata adalah Danau Kaolin. Penasaran akan keindahanya, akupun mencoba ke Danau biru itu.



Tiba di Danau Kaolin, aku dibuat takjub dengan keindahan danau. Hamparan pasir dan kaolin putih terbujur dari timur ke barat di area seluas 3 Hektar ini. saat disentuh, pasir dan kaolin ini lembut bagaikan garam dapur. Air danaunya jernih dan berwarna biru bergradasi hijau tosca. Awan-awan putih bak kapas berterbangan dengan lincahnya di langit biru, menambah indah danau Kaolin.
Sekilas Danau Kaolin mirip dengan Kawah Putih Ciwiday Bandung. Namun, air disini lebih jernih dan bening. Bahkan saat cuaca cerah, kita bisa melihat pantulan awan dari permukaan danau. Imajinasiku pun menyala, apakah ini danau yang disinggahi Bidadari untuk mandi di legenda Jaka Tarub? Jernihya air disini serta suhu yang panas, membuat siapapun yang datang pasti ingin menceburkan diri ke dalamnya.

Sayangnya pengunjung dilarang berenang disini karena airnya sangat dalam dan terasa hangat. Tanah pasir ditempat inipun rapuh dan mudah longsor sehingga pengunjung harus berhati-hati saat melangkah. Air danau Kaolin yang super jernih bak kristal terjadi karena dasar danau yang berwarna putih ditambah pantulan sinar Matahari. Danau buatan ini dulunya adalah tanah biasa yang berwarna putih karena mengandung Kaolin. Akibat penambangan Kaolin selama puluhan tahun, terbentuklah lubang sedalam 2 hingga 10 meter. Lubang tersebut kemudian tertutup oleh air hujan dan terbentuklah danau. 

Pak Ogut, pemanduku bercerita air danau Kaolin banyak dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk Mandi Cuci Kakus (MCK). Selesai mandi, sekujur tubuh warga akan berwarna putih seperti memakai bedak. ini karena kandungan kaolin memang bisa untuk mencerahkan dan merawat kulit. Tak heran jika bubuk Kaloin selain dimanfaatkan untuk membentuk keramik juga dipakai dalam campuran kosmetik dan obat-obatan.
Namun air ini tak bisa diminum karena ada kandungan kaolinnya. Saat musim hujan tiba, warna danau akan terlihat lebih keruh, berwarna biru kegelapan.

Tumpukan Kaolin yang sudah digali
Bagi wisatawan yang sedang mengunjungi Pulau Belitung, Danau Kaolin sangat recomended buat dikunjungi. Letak Danau Kaolin ada di Desa Air Raya Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung. Letaknya hanya sekitar 6 km dari kota Tanjung Pandan atau sekitar 15 menit jika ditempuh dengan mobil. Wisatawan bisa mencapai danau ini dengan menyewa Mobil dan motor. Tarif sewa mobil untuk satu hari full kisaran Rp 250.000- Rp 350.000. Sementara untuk sewa motor Rp 50.000- Rp 100.000/ hari. Tapi itu hanya untuk harga sewa mobil&supir tanpa BBM. Sementara penerbangan untuk menuju Belitung bisa dari Jakarta dengan menggunakan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Citylink dengan harga tiket pesawat Rp 1 juta- Rp 2 juta untuk sekali pergi. 

Pak Ogut menyarankan waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat ini adalah saat musim kemarau sekitar bulan April hingga September. Untuk mendapatkan pemandangan keren untuk background selfie dan narsis datanglah disaat Matahari bersinar terang sekitar jam 10.00 hingga 15.00 wib. Moment Matahari terbit juga tak kalah menakjubkan untuk diabadikan. Matahari yang muncul dari Timur ke Barat sehingga membentuk bayangan hitam pada benda- benda di sekitar sering menjadi incaran para fotografer untuk mengabadikan pemandangan menakjubkan itu. Datanglah sekitar pukul 05.00 - 06.00 wib untuk menjepret sunrise.
Jika datang kesini saya sarankan untuk memakai sunblok, topi dan kacamata hitam. Karena tempatnya super panas, mataharinya sangat menyengat dan bikin pusing kepala tanpa topi. Juga sebaiknya buang air kecil atau besar sebelum ke tempat ini karena tidak ada WC disini.

Bagi masyarakat Belitung terutama orang muda, Danau Kaolin pun menjadi tempat nongkrong favorit untuk menghabiskan akhir pekan atau senja. Para remaja dan muda mudi biasanya datang ke sana sekitar pukul 15.00-18.00. Karena keindahannya danau ini kini mulai dimanfaatkan beberapa pasangan untuk membuat foto pra wedding.

2 komentar:

ayos carlos mengatakan...

Mantap ini bu, kapan itu travelingnya

Patricia Vicka mengatakan...

Tanggal 16-18 maret 2016 kakak... aq ksn liputan pemda DIY. Kalau lagi liputan ksn, mampir2 ke danau ini. Katanya pemandangan pas sunrise jauh lebih keren