Kamis, 15 Desember 2011

Another side from BEHEL Gigi (episode 2)

Efek dan rasanya sesudah behel terpasang

Tibalah saatnya gue menjelaskan proses yang gw sebut sebagai proses “penyiksaan diri”. Beberapa jam setelah behel dipasang, kamu akan mulai merasakan ngilu atau nyut-nyutan pada gigimu. Makin hari, rasa ngilu itu makin menjadi, apalagi di malam hari saat mau tidur. Gigimu akan terasa seperti mau tanggal semua dan rasanya pengen mencopot semua behel di gigi.



Lalu saat mengunyah makan, gigimu akan berasa goyang dan berasa mau copot. Apalagi saat makan makanan keras macem steak, tulang dan kerupuk, ga  sakit kok. Tapi bisa membuatmu untuk ilfeel dan kapok buat makan. Ga Cuma itu saja, beberapa hari kemudian mulutmu akan mulai merasa sakit, perih dan memerah akibat pergesekan behel dengan kulit mulut.  Akibatnya akan muncul sariawan, mulut berdarah, bibir kering dan mulut beset-beset. Tiap bangun tidur dinding mulut akan terasa sakit dan merah-merah gara-gara efek behel yang nempel selama kamu tidur. (uuhh…gausah dibayangin gimana sakitnya!!!)

Penyiksaan ini akan dirasakan hampir semua pemakai behel selama tiga bulan awal atau selama proses perapihan gigi. Tak heran banyak pemakai behel di tahap awal ini yang mendadak jadi kurus dan menciut. Ya itu semua karena mereka kehilangan napsu buat makan. Sekali mengunyah, sakitnya ga terucap dan mungkin akan membuat lu joget-joget sambil nyanyi…. lebih baik sakit hati…. daripada sakit gigi….. oowww…syalalalalala…ser..ser….



Ketika memasuki proses penarikan gigi, penyiksaan makin menjadi. Kamu akan merasakan ngilu dan gigi cenat-cenut selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Nah diproses ini, tukang bubur atau roti atau tukang mie akan kebanjiran order gara-gara laku dibeli sama si penderita behel. Makannya pun musti pelan-pelan bagaikan nenek sudah tua giginya tinggal dua. Mau makan makanan gede dan panjang kayak ayam, bakso, tempe dll juga musti dipotong kecil-kecil dulu. (Sungguh malang sekali nasibmu nak..nak…)

Selain proses penyiksaan di atas, memakai behel juga butuh perawatan ekstra dan telaten. Gigi lu ga bisa menutup dengan sempurna karena bibir lu menjadi sempit dan saat senyum lu musti nyengir atau mendoerkan bibir kamu karena akan terasa sakit jika kau tersenyum dengan gaya mingkem alias ga keliatan gigi..  
Lalu, kamu bakal otomatis jadi rajin sikat gigi. Karena abis makan, banyak makanan yang ngetem atau mogok di sela-sela gigi dan behel yang mau-ga mau harus dihilangkan dengan sikat gigi. Menyikat gigi berbehel juga musti pakai sikat gigi khusus dan dengan cara khusus. Ya pokoknya harus sedikit pong..pong..the rempong deh…


Dari cerita gue di atas, memasang behel itu mahal, lu harus keluarin duit minimal lima juta rupiah (termasuk pasang behel, bersihin karang, cabut gigi, cetak gigi, rontgen, tambel gigi, foto gigi, biaya konsultasi dokter  dan biaya resep obat. Belum termasuk aktivasi ke dokter tiap bulannya) dan lu musti kuat mental buat nahan rasa ngilu, cenat-cenut  dan sariawan. Ga Cuma itu, lu juga musti rem to the pong buat ngurusin behel-behel imut di gigi lu itu.


Jadi, buat yang mau pasang behel hanya untuk GAYA atau supaya terlihat lebih KECE mending bertapa dulu di gunung merapi dan bertanya pada diri sendiri “sanggupkah aku menanggung semua derita ini…syalalalala…..” jangan sampai terlajut memasang behel terus joget2 sambil nyanyi lagu “Ga..ga..ga…kuat..ga..ga..ga..kuat..” Sayangkan lu membuang duit jutaan hanya untuk menyiksa diri dan gigi, padahal gigi lu udah keren dari sononya.

Tapi untuk kalian yang punya gigi berantakan dan agak mengganggu penampilan, boleh banget untuk mencoba memakai behel karena hasil yang didapatkan akan setara dengan penyiksaan yang dialami. Gigimu akan tersusun rapi, rata dan ketika kau senyum akan mengikuti garis bibir. Bonusnya ada beberapa orang yang terlihat lebih menarik dan manis saat memakai behel.  Soal penyiksaan yang terjadi, anggep aja uji nyali dan melatih mental  biar sekuat satria Baja hitam.





Tambahan: 

Well setelah tiga tahun behel gue akhirnya dilepas. ternyata penderitaan belum berakhir.. karena doketr mengharuskan gue pakai retainer (semacam behel lepas pasang). retainer ini kudu dipasang setiap saat. paling dilepas saat makan saja. dan itu gue lakukan selama setahunan.

Alhamdulilaah setelah lima tahun proses yang menyiksa gue mendapatkan hasil yang keren. Gigi gue sekarang kalau difoto keliatan bagus, rapi dan rata kayak Artis iklan Pepsoden. Ya kalau liat langsung memang ga bsia serapi artis Pasta gigi sih. setidaknya kalau difoto sekarang gue bisa meringis sepuas gue...

ini foto before dan after gue pake behel

kiri (foto gigi masih ancur) Kanan (gigi rapi kayak bintang iklan Pepsoden)






9 komentar:

Antoni Irham mengatakan...

Aku komenin ah,dari pada sepi komen??hehehe

mba bro tulisannya sangat empuk dibaca(>>>??)
padahal aku udah berulang2 nyari artikel lain,eh nyasarnya kesini juga,hehe ;-)
bdw,pasangnya dimana??foto after/before nya dipasang atuh,biar tambah cemungud,cemungud ea..
Hehe
kungjungan balik yah,?
Thanks
(orangnya dimana yah)

bei_354 mengatakan...

wkwkwk lucu juga ceritanya,, pdhl gw jg pake behel tp gk segitunya jg :D

Anonim mengatakan...

Minta foto before afternya dong... aku ada rencana pasang behel nih...

LevionaRika As mengatakan...

Huhuw saya baru mau pake kaka ��.ceritanya bikin ngiler abiss��

LevionaRika As mengatakan...

Huhuw saya baru mau pake kaka ��.ceritanya bikin ngiler abiss��

Mita Alfiana mengatakan...

Sma bgt sma apa yg gue rsain skrg ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

jas jus mengatakan...

Keceeh tulisannya, sangt membantu

yuni prema vahini mengatakan...

Iya ..proses penarikannya itu bener2 ngiluuu... padahal cuma rapiin gigi depan aja yg ada space kosongnya dikit... nafsu makan jadinya turun... bner2 spt diet ๐Ÿ˜‚

yuni prema vahini mengatakan...

Iya ..proses penarikannya itu bener2 ngiluuu... padahal cuma rapiin gigi depan aja yg ada space kosongnya dikit... nafsu makan jadinya turun... bner2 spt diet ๐Ÿ˜‚