Kamis, 15 Desember 2011

Another side from BEHEL Gigi (episode 1)

“Pake behel itu enak loh, bisa membuat penampilan lebih keren dan gaya.”
Yakin pake behel itu enak?? Coba baca dulu artikel ini sebelum kamu menyesal memasang behel dan joget2 sambil nyanyi bibirmu doeer…bibirmu doer..cenat-cenut..cenat-cenut gigiku...

Beberapa tahun terakhir gigi berbehel lagi ngetrend dikalangan remaja dan anak muda Indonesia terutama Anak Ghaoel Jakarta. Cewek yang berbehel katanya terlihat lebih cute dan imut sedangkan kalo cowok berbehel katanya terlihat lebih manis dan kece. Perspektif itulah yang membuat remaja Jakarta berlomba-lomba untuk memasang behel untuk meng up grade penampilan mereka. Behel dianggap sebagai perhiasan atau pelengkap untuk membuat penampilan lebih keren dan gaul. Sangat disayangkan, ini membuat fungsi utama behel sebagai perapih gigi bergeser menjadi pelengkap gaya.



Tapi, taukah kalian proses perapihan gigi pake behel membutuhkan banyak pengorbanan, menimbulkan rasa sakit dan melalui proses “penyiksaan” yang lama. Dimulai dari “Bonyok” kita yang berkorban untuk ngeluarin duit berjuta-juta rupiah supaya behel ini bertengger dengan manisnya digigi kita. Kedua Proses perapihan gigi yang memerlukan waktu minimal dua tahun juga akan menimbulkan rasa sakit, ngilu, perih luar biasa dan efek lainnya pada gigi kita.

Ga percaya? Gue akan mencoba sharing pengalaman gue dan teman-teman gw yang sudah memakai behel. Tak lupa gue jabarin langkah2 dan proses2 saat memakai behel.



Pertama sebelum behel terpasang kalian harus melakukan rontgen dan foto gigi.

Datangi dokter gigi spesialis pemasangan behel (dokter Orthodentis) terdekat. Dokter akan mengecheck kadar keberantakan gigi kalian. Lalu dia akan memberikan surat pengantar untuk rotgen dan foto gigi di RS terdekat. Biaya rotgen dan foto gigi di tiap RS beragam. Gue waktu itu mengeluarkan kocek 150an ribu di RS gigi dan mulut UI, Salemba untuk rotgen dan foto gigi..

Petugas akan mengambil 5 pose foto gigi kalian yaitu tampak depan, samping kiri, samping kanan, tampak atas dan tampak bawah. Untuk mendapatkan hasil maksimal, petugas akan memasangkan alat (plastic berbentuk tapal kuda) ke mulut kita agar mulut kita terbuka lebar dan gigi terlihat jelas. Kita hanya perlu menunggu +/- satu jam untuk mendapatkan hasil rotgen dan cetak.


Foto gigi saat akan di foto








Langkah kedua adalah mencetak gigi Palsu.
Eitz ini bukan gigi palsu untuk nenek-nenek ompong loh. Tapi ini proses mencetak bentuk gigi kita secara utuh. Tujuannya agar dokter bisa mengecheck pergerakan gigi kita. Proses cetak gigi ini membutuhkan waktu 1 minggu untuk melihat hasilnya. Nantinya kita akn mendapatkan dua pasang gigi. Satu diberikan ke dokter, satu lagi kita simpan. Proses ini memakan biaya 250rbuan untuk 2 pasang gigi (harga di RS mulut dan gigi UI, Salemba)


Langkah ketiga adalah pembersihan karang gigi dan penambalan gigi bolong.

Sebelum behel dipasang, dokter akan memastikan gigi kita bersih dari karang dan tidak ada bolong pada gigi. Selain itu dokter juga mengetes apakah gusi kita sedang bermasalah atau tidak seperti gusi bengkak, gusi berdarah, sariawan dll. Proses pembersihan karang membutuhkan waktu setengah jam – satu jam dan terkadang dibeberapa orang selama proses pembersihan, gigi akan merasa ngilu atau nyut-nyutan. Jika gigi telah bersih dan gusi tidak bermasalah, baru kita akan mulai prose pemasangan behel. Oh ya, biaya untuk membersihkan karang di RS gigi dan mulut UI adalah 75 rb sedangkan untuk tambal gigi sekitar 100rban.

Langkah keempat adalah proses pemasangan behel.

Dalam proses ini, setiap dokter memiliki langkah yang berbeda. Ada dokter yang mencabut gigi pasien yang berlebihan terlebih dahulu, ada juga yang langsung memasang behel baru kemudian mencabut gigi berlebih. Yang jelas, pada kasus gigi berantakan biasanya akan di cabut 3-4 gigi atas dan bawah (2 atas, 2 bawah) kalau pada gigi maju namun sudah rapih, biasanya tidak perlu ada cabut gigi. Proses pemasangan behel ini memakan waktu 2-4 jam (gigi bagian atas dan bawah) kocek yang harus kita keluarkan juga bervariasi antara 3.5 juta – 20 juta untuk gigi atas dan bawah (harga dokter gigi bukan harga ahli gigi) gue mengeluarkan biaya 4 juta untuk memasang atas dan bawah di dokter spesialis gigi di daerah pamulang. Biaya untuk cabut gigi berkisar dari 70 rb – 200 rb. Gue mengeluarkan uang 70 rb untuk mencabut gigi di dokter langganan gw.

Bentuk behel yang dipasang pun juga ada step-stepnya.

Pertama kali bentuk behel masih berupa titik berwarna-warni. Karet pada behelah yang membuat behel berwarna-warni, bukan pada besi behel. Karet ini akan dipasangankan pada besi behel yang berfungsi untuk melindungi agar besi behel tidak terlepas dari kaitnya. Proses ini disebut proses perapihan gigi. Lamanya proses bisa semingggu – 6 bulan tergantung dari masalah gigi dan tingkat keberantakan gigi.


Tahap pentitikan behel






Ketika gigi sudah mulai terlihat rapi, dokter akan memasang karet tarik sehingga behel akan terlihat seperti sebuah garis yang berwarna-warni. Dan ketika kamu nyengir, maka gigimu akan berwarna-warni. Proses di atas disebut sebagai proses penarikkan gigi. Tujuannya agar space kosong dari gigi yang dicabut dapat diisi sehingga gigi tidak berantakan lagi dan mulai mengikuti garis bibir. Proses ini memakan waktu 2- 3.5 tahun lamanya bergantung dari besarnya gigi dan struktur gigi.


Setelah behel dipasang, kita musti rajin check up ke dokter minimal dua minggu sekali. Tujuannya untuk mengganti karet di dalam behel dan dokter akan memeriksa pergerakan gigi kita. Kegiatan itu bahasa kerennya aktivasi. Mengganti karet behel keliatannya simple dan ga menyiksa. Tapi kalau karet itu ada di gigi kita yang lagi goyang…wuihhh…. Rasanya pengen joget inul…ngilu, sakit, cenat-cenut numpuk jadi satu.


  

6 komentar:

Anonim mengatakan...

Y

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Written Memories mengatakan...

bener banget. saya juga kebetulan pemakai behel. tapi alasan saya memakai behel bukan buat gaya-gayaan/fashion, tp emang gigi saya kurang rapi. so, yang mau pake behel cuma buat gegayaan mending pikir2 dulu deh + baca post ini buat info. :)

Anonim mengatakan...

dokter giginya dimana ya?

Isfia Larasati mengatakan...

Thanks membantu skali,saya juga baru beberapa hari memakai behel.. :)

Veni Vriliani mengatakan...

Wkwkwkw aduh deg-degan saya besok mau pasang behel. Thanks ya artikelnya. Sangat membatu sekali :)