Sabtu, 30 Maret 2013

Artikel Terakhirku di TAMU



TRACY HERMANSYAH
CREATIVE, TALK ACTIVE AND ATTRACTIVE STORY TELLER


Once upon a time, there was a little girl who lived in a village near the forest.  Whenever she went out, the little girl wore a red riding cloak, so everyone in the village called her Little Red Riding Hood. 

One morning, Little Red Riding Hood asked her mother if she could go to visit her grandmother as it had been awhile since they'd seen each other.

     Sobat Tamu, kalian pasti pernah dengerkan cuplikan cerita itu? Mama atau Papa kalian pasti pernah mendongengkannya pada kalian waktu kalian kecilkan?
     
     Yups, Itu adalah sepenggal fairly tale dari negri Prancis yang sangat terkenal. Fairly tale itu berjudul Gadis berkerudung merah.

          Fairly tale yang pertama kali dipopulerkan oleh Charles Perrault  itu pernah dibawakan oleh salah seorang story teller yang handal, yang udah sering memenangkan perlombaan Story telling yang bernama Tracy Annabella Hermansyah.

 

        Buat yang belum tau apa itu story teller,elo semua wajib kenalan sama cewe cantik bertubuh tinggi kurus yang biasa dipanggil Tracy. Doi jago banget story telling dan dari kecil doi udah langganan juara di lomba story telling. Salah satunya, pas masih duduk di bangku SD, doi pernah menyabet juara 1 lomba story telling setingkat Jabodetabek. 

       Story teller adalah seseorang yang pandai menceritakan sebuah cerita di depan banyak orang. Cerita itu bisa berupa dongeng, cerpen, atau pengalaman pribadi. Story teller ga hanya bercerita di depan anak-anak, tapi juga di depan orang dewasa. Menjadi seorang story teller itu ga segampang yang kita kira loh. Mereka ga cuma sekedar bercerita. Tapi juga harus bisa menghibur dan membuat penonton tertawa.
Gimana tuh caranya Tracy supaya orang ga bosen denger cerita kita?

“Seorang story teller itu ga boleh kaku dan monoton cara ngomongnya. Pas lagi cerita musti ada intornasinya. Terus harus pinter akting dan ngatur mimik muka biar lucu dan penonton bisa ketawa,” repet gadis cantik penyuka warna pink itu.

     Ga  hanya mengandalkan mimik muka dan intornasi suara,seorang story teller harus bisa menarik perhatian penonoton. Supaya mata penonton tetap apda sang pencerita, seorang story teller harus sering-sering menatap dan menjaga kontak mata dengan penonton. Tracy lalu membongkar trik agar kita ga grogi saat melakukan kontak mata dengan penonton.

“Kadang kalau aku grogi, aku ga bakal natap mata orang, tapi aku bakal natap dahi orang. Dengan begitu grogi berkurang dan penonton merasa tetap di tatap matanya. Padahal sih sebenernya aku ga natap mereka” ujar Tracy.

Wah, oke juga tuh triknya. Boleh banget buat ditiru nih sobat TAMU!


Kreatif dimana-mana

     Cewe berlesung pipi yang bercita-cita jadi dokter hewan ini membagi pengalaman serunya saat mengikuti perlombaan. Di dalam lomba story telling, biasanya dibagi ke dalam tiga babak. Yang pertama adalah babak penyisihan, dilanjutkan dengan babak kualifikasi dan terakhir babak final.

   Di babak penyisihan semua peserta diberi sebuah materi cerita dari panitia. Lalu mereka diwajibkan untuk menceritakan ulang cerita tersebut dengan durasi tiga sampai sepuluh menit.setelah semua peserta selesai tampil, akan diumumkan beberapa peserta yang lolos ke babak kualifikasi.

    Masuk ke babak kualifikasi, panitia tidak memberi materi cerita tetapi hanya memberi tema  dan batasan durasi cerita. Peserta diminta mencari sendiri ceritanya atau bahkan membuat sebuah cerita baru yang sesuai dengan tema. Buat menunjang jalannya cerita, peserta boleh ngebawa properti atau berdandan semaksimal mungkin yang sesuai sama jalan ceritanya. Kebayangkan sob gimana ribetnya persiapan para peserta.

    Dari babak kulifikasi disaringlah 3 -5 orang untuk diadu lagi dibabak final. Biasanya babak ini disebut babak improve to. Peserta ga dikasih tau tema ceritanya ataupun kisi-kisi cerita. Mereka akan dipanggil satu persatu ke ruangan lomba. Di ruangan itu udah disedian property dari para panitia. Lalu peserta diminta membuat sebuah cerita menggunakan semua property tersebut. Peserta Cuma dikasih waktu yang sangat singkat untuk mikirin ide cerita.

“Di babak improve to ini, kreatifitas dan spontanitas peserta bener-bener diuji. Kita musti berfikir cepet untuk ngebuat alur cerita dan konsep story tellingnya,” repet siswa kelas internasional SMAN 70 ini. “Semua mimik dan intornasi suara bener-bener refleks dari diri kita. Karna kita ga dikasih waktu buat latihan. Jadi bener-bener ngandelin pengalaman story telling sebelumnya aja.”


Sepatu copot ditengah panggung

   Ide-ide cerita yang oke biasanya doi dapet dari dongeng-dongeng masa kecil atau kadang dari pengalaman pribadi. Untuk memperkaya jalan cerita, Tracy rajin baca buku dongeng anak-anak dan baca novel-novel teenlite. Doi paling suka ngebaca cerita karangan Hans Christian Anderson.
Sekedar info, Hans Christian Andreson adalah salah satu pembuat cerita atau dongeng yang sangat terkenal. Beliau lahir di Jerman pada tahun 1800 dan telah membuat ratusan cerita yang kebanyakan untuk anak-anak. Salah satu cerita beliau yang terkenal adalah Itik buruk rupa yang katanya terinspirasi dari pengalaman hidupnya.

     Biar bisa memperdalam karakter tiap tokoh, Tracy suka memperhatikan tingkah laku orang-orang sekitar misalnya anak-anak TK atau perhatiin acting para aktro dan aktris di pementasan teater.
          
      Story teller itu ga sekedar menceritakan kembali sebuah cerita, tapi merkea harus menghidupkan juga 
       tokoh-tokoh di dalam cerita. Setiap tokoh punya karakter dan gerakannya sendiri. Kalau aku lagi 
       memerankan tokoh ibu, tingkahku bakal beda. Bakal lebih tenang ,berwibawa dan keibuan. Begitu juga 
       kalo lagi meranin nenk-nenek. Aku bakal jalan dan bicara lebih lambat. Kalo perlu bongkokin badan, “ 
        ujar dara kelahiran 19 November 1996 ini.

   Selama bertahun-tahun ikut lomba ada satu pengalaman unik yang tak terlupakan buat Tracy. Ceritanya begini sobat Tamu, pernah pas disalah satu lomba sepatu yang doi pake copot. Padahal doi masih di atas panggung dan alur cerita belum selesai. Hebatnya doi ga langsung panik dan tegang tapi dengan santainya melanjutkan alur cerita sampe selese dan baru ambil sepatunya setelah cerita berakhir.
             
            “Waktu itu aku lagi asyik bercerita. Mungkin karena terlalu bersemangat, sepatuku copot satu. 
              Untung alur ceritanya udah mau selese. Buru-buru aku selesein dan abis itu langsung ambil  
              sepatunya. Jurinya kayaknya ga nyadar sepatuku copot,” ujar Tracy sambil tertawa lebar.

Hebat pake banget deh kamu!!!

    Ke depannya Tracy masih akan terus mengembangkan skill story tellingnya dan bakal rajin mengikuti perlombaan. Doi bilang dengan menjadi Story teller, kemampuan berbahasa Inggris doi jadi meningkat. Mau ga mau saat ikut lomba, doi harus berlatih melafalkan dan menghafalkan cerita dalam bahasa Inggris. Hal inilah yang membuat doi jadi gape bercas cis cus ria pake bahasa Inggris.



Tidak ada komentar: