Rabu, 30 Januari 2013

Artikel bulan Februari 2013



Claire Nadira

Dari Fesyen Sampe Urusan Charity





     Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia. Berlarilah, tanpa lelah, sampai engkau meraihnya…..
Sobat Tamu pasti pernah dengerkan sepenggal lirik lagu itu? 

       Ya, lagu Laskar pelangi itu mau nunjukin klo kita harus punya mimpi dalam hidup. Karena dengan mimpi kita bisa mencapai apa yang kita mau. Kalau kita udah punya mimpi, apapun pasti akan kita lakukan untuk meraih mimpi itu.

       Hal ini juga terjadi sama salah satu sobat TAMU kita, Claire Nadira. Doi ini jago banget ngedesign baju dan bermimpi untuk menjadi seorang designer baju dan mimpinya itu sebentar lagi akan terwujud sob. Februari ini doi akan mengadakan big fashion show sekaligus meluncurkan Ijo Clothing, clothing line hasil rancangannya sendiri.


 
      Wah kita musti bilang Wow nih! Kok bisa, gimana tuh ceritanya Claire (panggilannya)?
Terlahir dari keluarga yang suka seni membuat gadis manis berwajah oriental ini melek soal seni, terutama fashion. Dari kecil, doi emang udah suka corat-coret alias ngegambar. Beranjak remaja, doi mulai  ngedesign baju. Terus doi pamerin desainnnya ke temen-temen dan keluarganya. Ternyata hasil karyanya mendapat respon yang bagus.

      Begitu doi duduk dibangku SMA, sekolah doi mengadakan final project sebagai syarat naik kelas. Di dalam final project itu murid-murid disuruh membuat sebuah event.

“Temen-temenku berencana bikin event-event yang biasa kayak lomba atau demo-demo masak. tapi aku kepikiran untuk membuat sesuatu yang cetar membahana dan ga biasa. Terlintaslah ide bikin fashion show,” ujar siswa kelas satu SMA Tunas Muda.
Doi lantas mulai merancang konsep fashion show. Semua hal yang berhubungan dengan fashion show dari mulai konsep event, design baju, pemilihan model, sampai mencari dana doi pikirkan sendiri.
“Ternyata untuk membuat sebuah clothing line ga gampang dan butuh biaya gede. Ga mungkin minta uang sebanyak itu ke ortu. Makanya aku bikin proposal untuk mencari bantuan dari sponsorship dan donator.  Untungnya  papa mau ngebantu aku. Beliau  ngasih nomer telpon orang-orang yang kira-kira bisa membantu,” repet cewek cantik berambut panjang ini.
Berbekal nomer telpon tersebut, Claire mulai menghubungi mereka satu persatu. Doi lantas membuat janji untuk mempresentasikan konsep eventnya. Waktu liburanpun doi pakai buat menemui para calon sponsorship.
“Nyari sponsor itu susah banget. Aku harus nelpon berkali-kali buat yakinin mereka untuk bertemu. Kadang-kadang aku nekat nyamperin kantornya langsung. Terus untuk meyakinkan mereka, aku musti presentasi lebih dari sekali,” curcol Claire.

       Usaha doi berbuah manis, doi berhasil menggaet beberapa donator dan sponsorship, bahkan beberapa dari mereka adalah brand-brand besar seperti Marta Tilaar dan bank Permata. Wah, hebat luas binasa sobat kita satu ini.

      Di usianya yang masih terbilang sangat muda ini, doi sudah gigih banget buat ngewujudin cita-citanya dan mau kerja keras buat semuanya. Meskipun berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan, Doi ga manja ataupun bergantung sama orang tuanya. Total abis memang, semua yang doi lakuin sudah doi pikirkan matang-matang, secara terperinci dan terstruktur. Gak banyak loh pelajar seusia doi yang bisa mikirin sekaligus ngejalanin konsep kayak yang doi buat. Makanya TaMu ngasih dua jempol deh buat usaha doi ini.


Jadi seksi Reporter alias repot muter-muter
   
     Selesai menggaet sponsorship, tugas doi belum selesai. Doi masih harus merealisasikan desain rancangannya menjadi baju siap pakai.

     Membuat sebuah baju itu ga semudah yang kita bayangkan loh sob. Selain harus pintar mencampurkan warna dan membuat pola, seorang designer juga harus pintar memilih bahan. Sedikit aja salah milih bahan atau mencampurkan warna, bisa membuat baju terlihat ga menarik dan ga nyaman dipakai.  
Makanya doi  sering banget keluar masuk pasar buat mencari bahan-bahan yang bagus.

     “Pasar itu udah kayak rumah keduaku. Tiap hari pulang sekolah, aku suka ngobok-ngobok pasar kayak pasar Kopro, Mayestik, Tanah Abang dan Pasar Baru. Aku milih untuk memakai bahan-bahan Cerutti dan Sifon untuk baju-baju buatanku,” ujar dara kelahiran 19 Mei 1997.

      Ga cuma nyari bahan, doi keluar masuk pasar juga untuk mencari tukang jahit yang paling pas dan oke. Claire bilang, designer ga bisa sembarang memilih tukang jahit. Harus ada kecocokan konsep antara designer sama tukang jahitnya. Makanya mereka berdua musti satu hati deh. Ibaratnya di dunia mode, tukang jahit itu soulmatenya para designer. 

“Tukang jahit is the key. Kita harus membuat mereka nyaman dan happy. Karena kalau mereka ga nyaman sama kita, desain baju kita bisa dibuat asal-asalan dan hasilnya jadi jelek. Terus banyak dari mereka yang masih belum bisa ngejahit pola baju-bajuku. Jadi aku musti luangin waktu untuk ngajarin mereka.”

      Untuk membuat satu baju, Claire biasanya membawa contoh gambar beserta bahan ke tukang jahit. Lalu doi menjelaskan konsep bajunya kepada tukang jahit tersebut. Terus beberapa hari kemudian doi akan datang untuk mengecek hasilnya. Setelah jadi, baju musti dicek ulang dan direvisi berkali-kali baru deh dapet hasil yang maksimal. Rem to the pong juga ya sob.


Fashion For Charity

      Ga cuma jago ngedesain, Claire ternyata punya jiwa sosial yang tinggi. Tiap minggu doi meluangkan waktunya buat ngajar anak-anak jalanan. Doi ngebuka semacam kursus bimbel gratis buat anak-anak jalanan gitu. Les bimbel itu doi namain Ijo Foundation.

       Tiap Sabtu sore, anak-anak jalanan disekitar jalan Arjuna doi kumpulin Terus doi jemput naik mobil dan doi bawa mereka ke ruko miliknya di daerah Green Mansion. Lantas, selama satu jam doi ngajarin mereka bahasa Inggris dan mata pelajaran lainnya.

Emang sejak kapan kamu mulai ngajar?

       “Aku mulai ngajar mereka dari bulan Oktober. Awalnya muridku cuma dua orang, eh lama- kelamaan bertambah banyak. Sampe-sampe mobilku ga muat lagi. Moga-moga abis acara launcing besok, aku bisa dapet dana buat sewa bus kecil untuk ngangkut mereka,” harapnya dengan mata berbinar-binar.

     Oh ya sekedar info nih sobat TAMU, hasil penjualan baju pas launching nanti bakal doi sumbangin untuk ngembangin Ijo Foundationnya itu.

     Beh, mulia banget ya idenya sobat TAMU. Patut ditiru nih!!

     Sobat TAMU yang penasaran dan mau liat design-design Claire, langsung aja buka website doi di www.ijoclothing.com. Dijamin cewe-cewe pasti ngiler dan pengen beli.

     Buat Claire, sukses ya buat launchingnya dan jangan menyerah untuk meraih impianmu menjadi seorang fashion designer professional. Buat Sobat TAMU yang belom punya mimpi, ayo mulai sekarang mencoba untuk bermimpi dan make it comes true!

Tidak ada komentar: